KANTOR PENCARIAN DAN PERTOLONGAN TARAKAN.PROFESIONAL ,SINERGI DAN MILITAN UNTUK INDONESIA MAJU.


Tim SAR Gabungan Berhasil Temukan Korban Sejauh 4 Km dari LKP


 

TARAKAN – Pencarian hari kedua, 1 korban speedboat terbalik SB Ryan yang hilang diduga terseret arus deras dari Sungai Sembakung yang berada Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan membuahkan hasil. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban yang diketahui bernama Jahra, pukul 12.00 Wita, pada Selasa (8/6).

Dikatakan Kepala Kantor SAR Tarakan Amiruddin A.S, S.Sos, korban ditemukan kurang lebih sekitar 4 kilometer (Km) dari Last Know Positions (LKP) yakni Sungai Sembakung Desa Pelaju mengarah ke muara.

“Pada pencarian hari kedua, pukul 14.30 Wita, kami mendapat laporan dari salah satu ketua tim yang melaksanakan operasi SAR, menginformasikan korban berhasil ditemukan oleh tim SAR Gabungan kurang lebih sekitar 4 Km dari LKP. Jadi memang agak cukup jauh terbawa arus dikarenakan arus yang ada di Sungai Sembakung cukup deras sehingga korban bergeser cukup jauh,” jelas Amiruddin.

Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan meninggal dunia (MD) dan selanjutnya langsung dievakuasi menggunakan perahu salah satu masyarakat yang turut terlibat dalam operasi pencarian. “Korban dibawa ke dermaga di Desa Atap, lalu dievakuasi menuju Puskesmas Atap,” ungkap Kakansar Tarakan.

Sehingga pada insiden kecelakaan kapal SB Ryan terbalik diduga terkena pusaran arus deras di perairan Sungai Sembakung, Senin (7/6) pukul 13.28 Wita, dalam Person on Board (POB) 30 orang penumpang, dinyatakan selamat 24 orang, sedangkan 6 orang meninggal dunia.

Operasi SAR dinyatakan ditutup sekitar pukul 15.10 Wita, dan unsur SAR yang terlibat dalam operasi SAR gabungan dikembalikan ke kesatuan masing-masing dan melanjutkan kesiapsiagaan SAR. Diketahui, dalam operasi SAR ini unsur yang terlibat terdiri dari beberapa potensi baik dari tim rescue Basarnas Tarakan, Koramil Sembakung, Polsek Sembakung, Polair Polda Kaltara, BPBD Sembakung, pihak Kecamatan Sembakung, Tagana Sembakung, PMI Kota Tarakan, Bakamla, UPP Kelas III Bunyu, tim kesehatan dan Destana termasuk masyarakat.

“Setelah dipastikan sudah tidak ada lagi korban yang dinyatakan hilang berdasarkan hasil debriefing, operasi SAR dinyatakan selesai dan kami mengusulkan ke pusat untuk dilakukan penutupan. Sehingga personil kami yang berada di lokasi langsung kembali menuju Tarakan dan seluruh potensi atau unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing,” tuntas Amiruddin. (bba)



Kategori Berita Kansar , Kecelakaan kapal .
Pengunggah : tarakan
8 June 16:25 WIB