Pesawat Pelita Air Service di Perbukitan Long Bawan, Pilot Ditemukan Meninggal Dunia
Long Bawan — Sebuah pesawat dengan kode penerbangan PAS-7101 dilaporkan mengalami kecelakaan di kawasan perbukitan sekitar wilayah Long Bawan pada siang hari.
Pada pukul 12.04 WITA pesawat melakukan start engine, lalu pukul 12.06 WITA melakukan kontak pertama dengan petugas pengatur lalu lintas udara.
Selanjutnya pukul 12.07 WITA pesawat meminta izin taxi dan line up di runway 22, kemudian bergerak menuju landasan pada pukul 12.08 WITA dan posisi siap lepas landas pada pukul 12.09 WITA. Pesawat dinyatakan airborne dari runway 22 pada pukul 12.10 WITA.
Satu menit kemudian, pukul 12.11 WITA, pesawat diminta memonitor trafik kedatangan lain yang berada di holding area Long Bawan. Pada pukul 12.14 WITA, kru pesawat menyampaikan estimasi posisi melintas wilayah Malinau serta perkiraan waktu tiba di Tarakan. Informasi estimasi tersebut kemudian dikoordinasikan oleh unit setempat kepada petugas pendekatan Tarakan, Situasi berubah pada pukul 12.25 WITA ketika seorang saksi mata di apron melihat pesawat turun dengan posisi miring ke arah belakang bukit di ujung landasan 22. Pada waktu yang sama, petugas dari AirNav Indonesia unit Long Bawan langsung melakukan koordinasi dengan pihak bandara terkait indikasi kecelakaan.
Dua menit kemudian, pukul 12.27 WITA, petugas menerima informasi dari pesawat Susi Air registrasi PK-BVN yang mendeteksi sinyal ELT (Emergency Locator Transmitter) aktif dengan radius sekitar ±5 km dari arah final runway 22.
Tim sar gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri dan masyarakat segera bergerak menuju lokasi. Titik jatuh pesawat akhirnya ditemukan pada pukul 13.25 WITA di area perbukitan.
Pada pukul 14.33 WITA, pilot ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi dari lokasi kejadian. Selanjutnya pada pukul 15.20 WITA, jenazah dibawa ke RS Pratama Long Bawan untuk penanganan lebih lanjut.