Operasi SAR di Sungai Sesayap Ditutup Setelah Hari ke-7 Korban Speedboat di Sungai Sesayap Belum Ditemukan
Tarakan, 25 Maret 2026 — Operasi pencarian terhadap korban jatuh dari speedboat di Sungai Sesayap, Desa Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara, resmi dihentikan pada hari ketujuh, Rabu (25/3).
Kecelakaan terjadi pada Kamis, 19 Maret 2026 sekitar pukul 16.35 WITA, saat korban yang merupakan anak buah kapal (ABK) Speed Habibi rute Tarakan–Tana Tidung terjatuh ke sungai akibat arus yang deras. Informasi pertama kali diterima dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Tidung sekitar pukul 18.40 WITA.
Selama tujuh hari, tim SAR gabungan melakukan pencarian di sepanjang Sungai Sesayap menggunakan metode penyisiran dan pemantauan di sejumlah titik yang telah ditentukan berdasarkan perhitungan arus dan lokasi terakhir korban. Pencarian difokuskan pada area dengan koordinat 3°35'27.25"N – 3°36'9.51"N dan 116°58'9.20"E – 117°27'20.38"E, yang dapat ditempuh sekitar tiga jam perjalanan laut dari Tarakan.
Hingga operasi dihentikan, korban bernama Firman (25), warga Kabupaten Tana Tidung, belum ditemukan. Seluruh unsur SAR yang terlibat kemudian menutup operasi setelah evaluasi dan koordinasi dengan keluarga korban.
Operasi SAR ini melibatkan tim SAR Tarakan, BPBD Kabupaten Tana Tidung, Brimob Tana Tidung, Polairud Polres Tana Tidung, Pos TNI AL Bebatu, aparat kepolisian setempat, serta dukungan keluarga dan masyarakat. Peralatan yang digunakan antara lain rescue boat, rigid buoyancy boat, perlengkapan medis, dan perangkat komunikasi.
Kondisi cuaca selama operasi dilaporkan cerah, dan tidak terdapat hambatan signifikan di lapangan. Dengan dihentikannya operasi, penanganan selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga korban.